Sulit bagiku untuk mengingat kejadian beberapa waktu lalu dengan tanpa rasa bersalah,
Aku pergi bersama seorang kawan, perjalanan itu di mulai setelah perjalanan wajibku terhadap organisasi, dan entah kenapa tak ada yang mau bergabung.
Semeru, sebuah keindahan yang diciptakan oleh Allah,
dengan Mahameru sebagai puncak para Dewa.
Waktu itu adalah kali kedua aku menginjakkan kaki di persemayaman para dewa, udaranya membuat dadaku sesak,
sesak oleh semangat untuk menapaki watujajar,
ranukumbolo, oro-oro ombo, kalimati dan akhirnya sampai di puncak legenda para dewa.
Kali ini pasir yang belum sempat kusentuh itu
akan kucumbu dipuncak abadi.
Aku akan berada disana
bersama kawanku itu
Tapi keadaan menjadi lain, aku terlalu pengecut untuk mengambil resiko.
Lama aku bersembunyi dibalik alasan-alasan logis tentang safety procedure.
Dan itu membuatku semakin merasa bersalah.
Aku telah mengecewakan seorang teman, atas harapan, atas mimpinya.
Dan kini aku semakin merasa sesak bukan oleh semangat yang dulu
tapi oleh rasa bersalahku.
Kini, aku hanya bisa bergerak untuk tidak lagi mengecawakan diriku
dan orang-orang sekitarku
Mahameru masih menjadi misteri untukku.
Friday, January 15, 2010
Friday, December 18, 2009
Hanya bergumam
Saat ini,
Memandang hamparan dimensi terselubung dibalik tirai harapan
Memisahkan tiap ruang dengan celah yang saling berhimpit
Antara batas dan kesatuan
Lalu angin bertiup
Berbisik
"Pejamkan matamu sejenak kawan,
karna mungkin aku membawa debu yang akan melukai matamu"
Dan aku terbangun berada di sebuah persemaian
Memandang hamparan dimensi terselubung dibalik tirai harapan
Memisahkan tiap ruang dengan celah yang saling berhimpit
Antara batas dan kesatuan
Lalu angin bertiup
Berbisik
"Pejamkan matamu sejenak kawan,
karna mungkin aku membawa debu yang akan melukai matamu"
Dan aku terbangun berada di sebuah persemaian
Sunday, December 13, 2009
at 1:34 am
Memutuskan sebelum sempat banyak mempertimbangkan
Dan belum sempat memutuskan setelah banyak mempertimbangkan,
dan semuanya jadi terlihat seperti tai
gundukan tai yang dibiarkan terus menumpuk menjadi tai,
karna saya sudah pusing dan muak,,, tdk tahu lg harus berfikir seperti apa dalam melihat si tai itu
coba saya pertimbangkan dulu matang2 sblm memutuskan
dan coba saya bisa lebih cepat memutuskan setelah banyak pertimbangan
beberapa detik, dan,,,,
Apapun yang saya putuskan, toh tetap Tuhan Yang paling berkuasa
Dan belum sempat memutuskan setelah banyak mempertimbangkan,
dan semuanya jadi terlihat seperti tai
gundukan tai yang dibiarkan terus menumpuk menjadi tai,
karna saya sudah pusing dan muak,,, tdk tahu lg harus berfikir seperti apa dalam melihat si tai itu
coba saya pertimbangkan dulu matang2 sblm memutuskan
dan coba saya bisa lebih cepat memutuskan setelah banyak pertimbangan
beberapa detik, dan,,,,
Apapun yang saya putuskan, toh tetap Tuhan Yang paling berkuasa
Saturday, November 28, 2009
adekku
hh, zenny dengan apa kau bisa diampuni? 3,5 tahun, itu lama banget,
dan saya tidak akan pernah mengulanginya lagi,
tidak akan
apapun yang terjadi, harus dihadapi, tidak boleh menghindar
karna saya bukan pecundang, tidak akan lagi
saya akan kembali, menebus apa yang pernah saya lakukan, apapun itu,
harus,
dan saya tidak akan pernah mengulanginya lagi,
tidak akan
apapun yang terjadi, harus dihadapi, tidak boleh menghindar
karna saya bukan pecundang, tidak akan lagi
saya akan kembali, menebus apa yang pernah saya lakukan, apapun itu,
harus,
Friday, November 27, 2009
My Scooter Love
D A
Baby… aku jatuh cinta lagi
D A
dengan dia, yang dari dulu kunanti
Baby… aku jatuh cinta lagi
D A
dengan dia, yang dari dulu kunanti
Bm G
Tampangnya semanis kamu
Bm G
kulitnya semulus kulitmu
Bm G
bodynya, gak kalau jauh
E A
tapi tidak hatimu…
Tampangnya semanis kamu
Bm G
kulitnya semulus kulitmu
Bm G
bodynya, gak kalau jauh
E A
tapi tidak hatimu…
D E
My scoot, scooter love…
G A
Jangan curiga jangan cemburu
D E
My scoot, scooter love…
G A
Hanya ada kamu dalam hatiku
D E
My scoot, scooter love…
G A
Jangan curiga jangan cemburu
D E
My scoot, scooter love…
G A
Nanti aku pulang, pulang untukmu
My scoot, scooter love…
G A
Jangan curiga jangan cemburu
D E
My scoot, scooter love…
G A
Hanya ada kamu dalam hatiku
D E
My scoot, scooter love…
G A
Jangan curiga jangan cemburu
D E
My scoot, scooter love…
G A
Nanti aku pulang, pulang untukmu
D A
Baby… aku jatuh cinta lagi
D A
dengan dia, yang dari dulu kunanti
Bm G
Waktu tersita untuknya
Bm G
Pikiranku terbagi padanya
Bm G
Uangku… lumayanlah
E A
Tapi bukan hatiku !
Baby… aku jatuh cinta lagi
D A
dengan dia, yang dari dulu kunanti
Bm G
Waktu tersita untuknya
Bm G
Pikiranku terbagi padanya
Bm G
Uangku… lumayanlah
E A
Tapi bukan hatiku !
Musik : Bm G E A
Bm G E
A G F#m A
A G F#m A
Bm G E
A G F#m A
A G F#m A
by: Slank
HUJAN (bag 1)
terimakasih atas hujan yang membasahi sekujur tubuhku
terimakasih kepada hujan yang membasuh jiwaku
terimakasih untuk hujan yang mendinginkan kepalaku
dan terimakasihku untuk Tuhanku yang telah menciptakannya
hujan,,, menetes, mengalir, tanpa dapat aku bendung,
pun ketika aku memakai pelindung,
jadi untuk apa aku harus menghindarinya,
hujan, aku dan diriku,
Tuesday, November 17, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)