Saturday, June 22, 2013

rindu

Menanti rasa dibatas senja
Mengubur duka dalam do'a
Mencipta cinta lalui masa
Tapi saat ia tak datang jua
Langitpun menjelma menjadi udara 
Menembus cakrawala dalam kalbu tiap manusia

Wednesday, March 13, 2013

semilir bahagia


Hembusan angin perlahan masuk melalui lubang-lubang udara di depan meja kerjaku

Menyapu wajahku yang mulai berantakan oleh ide-ide yang terlampau banyak

Lalu ia menggelitik dan menarik otot-otot wajahku untuk menghadirkan sebuah senyuman penuh syukur atas kehadirannya.

Sunday, January 27, 2013

Ini cinta (atau) dunia

Pernah ku coba tuk merasa,
apakah cinta, atau
rasa sementara karna biasa

bait indah pelipur lara
dengan semangat menggapai asa
dan buaian keindahan dunia
kadang aku pun larut didalamnya

saat ku coba menghapusnya keraguan itu tak kunjung sirna
pun ketika ku coba meraba,
keyakinan itu pun tak tergambar jauhnya

maafkan aku dunia ,,, jika aku harus meninggalkanmu dan memilihNya,
karna aku tidak bisa membohongi diriku bahwa aku hidup karnaNya
dan aku mengimaniNya lebih dari apapun

For U Mom

Bu,,, hari ini kupersembahkan segenap kemenanganku untukmu, dengan begitu aku akan melihat senyuman di wajahmu, karena kebahagiaanmu merupakan refleksi dari ridhomu, dan ridhomu adalah ridho Tuhanku. Begitulah yang pernah engkau ajarkan padaku.

Hari ini kubuktikan bahwa aku mampu mengalahkan kemalasanku, aku mampu mengalahkan egoku, dan aku mampu mengalahkan kesangsianmu. Dan semua ini adalah karena doamu, sehingga Allah memberikanku semua ini.

Aku menyayangimu dengan caraku,
Aku tahu Allah menakdirkan kita sebagai orangtua dan anak adalah yang terbaik untuk kita
Karna hubungan ini akan mendekatkan kita padaNya

aku mencintaimu sekarang atau nanti,
Semoga Allah selalu membukakan maksud diantara kita
Semoga Allah meridhoi proses ini

Semoga kemenangan ini menjadi berkah bagiku, bagimu, dan bagi orang-orang disekitar kita

Jatinangor, 21 Januari 2013

Wednesday, November 28, 2012

Sang penghasil oksigen

Kokoh berdiri
Kuat menghunjam tanah
Tegak menghadap matahari
Mengikuti irama angin
Mendekap malam yang dingin
Lalu disaat yang tepat, ia hadirkan kehidupan untuk kami

Terimakasih Tuhan telah menciptakan pepohonan itu untuk kami Si Manusia Bumi

Biarkan ia bercita-cita



Gadis kecil itu mengusap kakinya dengan air hangat. Saya menghampirinya mencoba berbincang dengan seorang anak yang telah dimarahi orang tuanya karena meminta semangkok air hangat. Saat saya tanya untuk apa air itu, Dia bilang "agar luka bakar ini cepat sembuh". Dia adalah anak seorang penjual pecel lele. Dia sekolah di SD Ciawi, salah satu sekolah di kawasan kampus saya. Dia bercerita bahwa tujuh atau enam bulan lagi ia akan naik kelas tiga. Kelas tiga adalah kelas yang sulit baginya. Pelajaran yang akan ia dapat akan semakin banyak dan sulit, begitu paparnya. Dia sangat menyukai pelajaran olahraga. Saat saya tanya apa cita-citanya, Dia menjawab "Saya mau jadi dokter". Tidak berapa lama kemudian dia mengatakan jika sudah besar ingin menjadi suster. Lalu saya tanya "katanya suka olahraga tapi kenapa pengen jadi suster atau dokter". Lalu dia jawab "Iya mbak, kalo pagi aku mau ngajar olahraga dulu abis itu baru kerumah sakit bantu yang sakit, trus kalo udah tua mau jualan lele kaya mbah".  Ah seharusnya saya tidak menanyakannya, biarlah ia bermimpi sebanyak-banyaknya, setinggi-tingginya, dan biarkan ia menjalani apa yang ia sukai. 

Anak-anak memang sepantasnya memiliki sejuta impian. Impian itulah yang akan memberikannya semangat menapaki jalan panjang untuk menggapainya. Biarlah ia menemukan realita hidupnya sendiri. Sebagai orangtua sudah layaknya kita biarkan mereka berpikir bahwa semua itu mungkin. Janganlah kita menciptakan ketakutan-ketakutan untuknya. Buatlah ia berani menatap masa depannya dengan keoptimisan luar biasa. Biarkan ia menemukan hambatannya sendiri. Dan tugas kita adalah membantunya melewati hambatannya. Jangan kita mendahului takdir dengan mengatakan tidak mungkin dan tidak bisa pada mereka. Anak-anak adalah masa depan. Apa yang belum pernah kita lakukan, apa yang belum mampu kita wujudkan sangat mungkin mereka lakukan di masa depan.

Saturday, November 17, 2012

yearning


Bola itu bersinar berpendar
Lalu menelusup dalam celah tak terbatas
Menggiring sang mata menjauh
Melewati semak tak bertuan
Selama apa
Sejauh mana
Sebesar cinta
Melewati tiap gelap tanpa kata