Sunday, July 22, 2012

Thursday, July 12, 2012

dalam dekap kabut

Kawan,,,
dalam dekap kabut
berselimut dingin
berteman matahari dan hujan

kita bertemu
tanpa kata
berkecamuk rasa

tanpa tujuan yang sama
tanpa pernah saling menyapa

tapi dari tatapan matamu
aku tahu, suatu saat nanti semua ini akan sangat berarti

dan aku merindukan kalian...
yang membuatku sering merasa sendiri
yang membuatku sadar bahwa kalian sangat berarti
yang membuatku terus merindukan rasa itu
yang tidak terdefinisi

terimakasih kawan
atas kebersamaan
atas keheningan
atas arti sebuah pertemuan

*based on story of PANGLIMA

gerimis

mengalir, menguap, menetes
membasahi hati yang kering
membanjiri jiwa yang penuh kesombongan
memercikkan kedamaian di sudut-sudut kota muram


Tuesday, July 3, 2012

temaram tapi terang

foto ini diambil (direkam) pada jam 00.35 dini hari

temaram tapi terang
terang tapi tidak mencerahkan

cahaya itu memantul dari atas sana,
menerangi sebagian dari sebagian yang lain
membuatnya indah dari ketidakindahan

menyajikan sebuah sebuah kedamaian dari ketidaknyamanan
menghibur sebuah kesedihan
membangkitkan keterpurukan

padahal ia hanya memantulkan
dari sumber energi yang yang memancar kepada setiap orang
dan dia memilih untuk menghadirkannya kembali
dengan bentuk yang bisa diterjemahkan
oleh jiwa yang membutuhkan sebuah harapan

*inspiring by fullmoon on 3rd July 2012

Tuesday, June 19, 2012

bulan (dalam perjalanan pulang)

malam ini dalam perjalanan pulang
saya melihat seberkas cahaya bulan yang memantul dari arakan awan
saya perhatikan, saya ikuti cahaya itu
keawan yang lebih terang memantulkannya
saya pikir dengan mengikutinya bulan akan terlihat
tapi sampai saya dibelokan terakhir sang bulan tak kunjung terlihat

yah.. mungkin next time saya bisa menikmatinya 
dengan secangkir kopi dan sepiring penuh kacang atau kwaci
hanya untuk sekedar menenangkan hati
atau menemani malam yang sepi


Sunday, June 17, 2012

Habitat (bag 1)

Berbicara tentang habitat, dulu selepas tsanawiyah saya menganggap bahwa selama kita punya prinsip yang jelas maka kita tetap akan menjadi diri sendiri. Begitu sombong nya saya, yang menganggap sudah mengetahui semuanya (padahal masih bau kencur). Tapi kemudian saya menyadari bahwa lingkungan tempat tinggal kita berpengaruh besar terhadap perkembangan kepribadian kita. Beberapa prinsip mungkin masih melekat dalam diri kita, tapi banyak nilai baru yang kita serap, dan kita anut sehingga memengaruhi cara pandang kita, sadar atau tidak. Karena evolusi memaksa kita untuk tetap hidup dalam suatu lingkungan, mau atau tidak kita harus mampu beradaptasi.

*Hanya sebuah pandangan singkat tentang hidup dalam sebuah society. Untuk siapapun yang masih mencari jati diri, segeralah tentukan mau jadi apa dirimu nanti, dan pilihlah habitat yang tepat untuk membesarkan tujuan hidupmu. :-)

Tuesday, June 5, 2012

Moving on

"Apa yang terjadi dalam hidup kita hari ini adalah akibat dari masa lalu kita"

Maka berhentilah mengeluh dan menyalahkan orang lain, apalagi menyalahkan keadaan
Lebih baik merenungi apa yang pernah kita lakukan,
mengambil hikmah (pelajaran) dari yang telah terjadi
dan menata kembali puing-puing yang tersisa
Membangun kembali tujuan kita
Dan menentukan langkah menuju kesana

Dan yang terpenting adalah terus bergerak
atau kita akan digilas oleh sang waktu